Denny Januar Ali,atau nama populernya: Denny JA (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 4 Januari 1963; umur 51 tahun) adalah intelektual Entrepreneur atau Entrepreneur intelektual. Ia banyak membuat tradisi baru dan rekor di dunia akademik, politik, media sosial, sastra dan budaya di Indonesia .
Kepeloporannya dalam mengubah politik pemilu melalui survei opini publik dan konsultan politik
Ia membuat riset opini publik (survei) dan marketing politik (konsultan politik) menjadi variabel baru pertarungan pemilu dan pilkada di Indonesia. Saat ini hampir tak ada lagi pertarungan pemilu nasional atau pilkada di wilayah strategis di Indonesia yang tidak menggunakan jasa lembaga survei dan konsultan politik. Lingkaran Survei Indonesia yang didirikan Denny JA pada tahun 2005 dianggap sebagai institusi pertama yang masif yang berperan dalam politik baru pemilu.
Sejak Lingkaran Survei Indonesia (LSI) berdiri pada tahun 2005, LSI menjadikan lembaga survey dan riset sosial menjadi instrumen penting pertarungan politik. LSI banyak meyakinkan partai politik, kandidat presiden, kandidat kepala daerah dan elit politik lainnya akan pentingnya survei pemilih. Lewat survei, posisi, kekuatan dan kelemahan partai atau kandidat bisa diketahui sedini mungkin. Strategi politik bisa dilakukan secara efektif dan efisien karena memperhatikan data mengenai apa yang dibutuhkan oleh pemilih. Dari tahun 2004 hingga 2012, LSI telah mengerjakan lebih dari 800 survei perilaku pemilih di seluruh Indonesia dari beragam klien---mulai dari partai politik, kandidat presiden, kandidat anggota DPR/DPRD/DPD dan kandidat kepala daerah.
Sejak tahun 2005, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah aktif dalam melakukan survey pemilihan dan memprediksikan siapa yang akan memenangkan pemilihan---- mulai dari partai politik, kandidat presiden, kandidat anggota DPR/DPRD/DPD dan kandidat kepala daerah. LSI berani mempublikasikan hasil prediksi tersebut lewat konferensi pers dan iklan di media massa. Tujuan publikasi tersebut bukan untuk mempengaruhi pemilih, tetapi untuk membuktikan dan menunjukkan bahwa survei dan riset sosial bisa dipakai sebagai alat prediksi. Hasil-hasil prediksi LSI selama ini selalu tepat. Apa yang diprediksikan oleh survey indonesia LSI, tercermin dari hasil aktual ketika Pemilu atau Pilkada diumumkan. Harian Republika menyebut Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebagai “dukun politik” karena kerap memprediksi kemenangan seorang kandidat ataui partai jauh sebelum pemilihan dilakukan. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan lima buah penghargaan karena ketepatan dan akurasi LSI dalam memprediksikan hasil pemilihan. Survei Indonesia Pertama yang Akurat yang diiklankan, pada Pilkada Provinsi Kepulauan Riau tahun 2005. Survei Prediksi Pemilu Legislatif Pertama yang Akurat yang diiklankan, tahun 2009. Survei Prediksi Pemilu Presiden yang Akurat yang diiklankan, tahun 2009. , (4) Survei Prediksi Pilkada Akurat Terbanyak yang diiklankan Dalam Satu Musim Pilkada (13 Pilkada, tahun 2005-2008). Lembaga Riset yang Paling Banyak Membuat Prediksi Berdasarkan Survey yang Akurasinya 100% dalam Satu Bulan yakni 5 Prediksi yang Akurat di Bulan Maret 2006
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) adalah konsultan politik profesional pertama di Indonesia. Sebelum Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memang ada beberapa orang atau lembaga yang ikut membantu kemenangan partai atau kandidat. Tetapi mereka tidak menyebut dirinya sebagai konsultan politik profesional. LSI adalah lembaga pertama yang menyebut diri sebagai konsultan politik profesional[22] Masuknya para profesional dalam politik telah dimulai pada Pemilu tahun 2004. Mereka umumnya berasal dari biro iklan komersial, seperti Hotline Advertising dan Matari Advertising yang membantu partai dalam merancang iklan dan pesan kampanye. Pada tahun 2005, LSI memulai kerja dengan spesialisasi pada konsultan untuk politik, dan menawarkan jasa bukan hanya sebatas pada iklan dan pengemasan kandidat (citra). LSI menawarkan semua jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk kemenangan kandidat---mulai dari penyiapan strategi, visi misi, kampanye dari rumah ke rumah, kampanye media, hingga penyiapan saksi saat pemilihan Setelah LSI, kemudian bermunculan berbagai lembaga konsultan politik di Indonesia, seperti Indobarometer, Fox Indonesia, Polmark Indonesia, Milenium Cipta Citra dan sebagainya.
LSI menjadi pelopor karena pertama kali membuka pasar ini dan hingga kini profesi konsultan politik telah diterima oleh partai, kandidat dan komunitas politik di Indonesia. Konsultan politik sekarang ini diterima sebagai bagian penting dari proses dan aktor politik di Indonesia. Selain menjadi pelopor, LSI juga menjadi pionir, karena keberhasilannya dalam memenangkan klien - partai politik, kandidat kepala daerah. Hingga tahun 2012, LSI telah membantu kemenangan 24 gubernur di seluruh Indonesia.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga dikenal karena aktif melakukan perhitungan cepat ( Quick Count) pada Pemilu dan Pilkada. Wilayah Indonesia sangat luas dan banyak letak geografis yang sulit dijangkau. Ini menyebabkan hasil pemilihan biasanya memakan waktu lama. Hasil Pemilu / Pilkada umumnya baru bisa diketahui 2 minggu hingga 1 bulan setelah pemilihan. Dulu, orang harus menunggu waktu yang lama untuk mengetahui siapa pemenang Pemilu / Pilkada. Situasi politik di daerah menjadi tidak kondusif. Kantor KPU tiap hari didatangi pendukung calon untuk mengetahui perkembangan suara calon---tidak jarang diiringi dengan demonstrasi dan aksi kekerasan. Pengusaha dan kegiatan ekonomi selama itu juga tidak bisa beraktifitas menunggu pemenang Pemilu / Pilkada.
Sejak tahun 2005, LSI telah melakukan ratusan quick count dengan hasil yang akurat dan presisi. Semua quick count LSI dilakukan dengan proses yang cepat, hanya kurang dari 4 jam setelah pemungutan suara selesai. Hasil quick count dipublikasikan dalam konferensi pers dan kerjasama dengan televisi nasional (TV One dan Metro TV) dan televisi lokal.
2. Kepeloporan dalam genre baru sastra ( puisi esai ). Denny JA juga membawa warna baru dalam dunia sastra Indonesia. Ia memperkenalkan sebuah genre yang disebutnya dengan puisi esai. Melalui genre ini Denny JA membawa puisi melampaui peran tradisionalnya karena menjadikan puisi sekaligus punya kekuatan esai, dan menjadikan esai memiliki keindahan puitik. Genre baru puisi esai ini mendapat sambutan luas pro dan kontra. Baru berusia setahun, puisi esai sudah menciptakan begitu banyak followership berupa 8 buku puisi esai. Sebuah jurnal sastra ternama Jurnal Sajak bahkan melombakan penulisan puisi esai setiap tahunnya. Puisi Esai Denny JA sendiri sudah diterjemahkan kedalam aneka seni lain seperti film, teater, lukisan, foto dan lagu.
Sampai tanggal 7 Januari 2013, belum genap 10 bulan sejak diluncurkannya, web www.puisi-esai.com telah diklik lebih dari 7 juta kali (persisnya 7.502.891). Ini menunjukkan betapa puisi kembali dekat dengan khalayak. Publik luas membaca dan merespon puisi dalam waktu cepat dan massif. Dapat diduga bahwa mereka pun sebenarnya akan memberikan respon yang sama kepada puisi lain, asalkan mereka dihidangkan puisi dengan bahasa yang mudah; asalkan mereka disajikan tema yang juga menjadi kegelisahan mereka sendiri; asalkan mereka diberikan pula kemudahan akses untuk membaca puisi itu melalui jaringan yang kini hot, media sosial: twitter, smartphone, internet.
Selain dibuat dalam bentuk film, puisi-puisi esai karya Denny JA dalam buku Atas Nama Cinta juga dibuatkan versi poetry reading-nya dalam bentuk video klip yang melibatkan para sastrawan dan budayawan Putu Wijaya , Sutardji Calzoum Bachri, Niniek L Karim , Sudjiwo Tedjo, dan Fatin Hamama.
Tema-tema puisi esai Denny JA yang sudah difilmkan dan dibuatkan video klipnya, dijadikan simulasi dalam pertemuan korban tragedi kekerasan bulan Mei 1998, peringatan hari lahir Pancasila di Taman Ismail Marzuki, dan momen hari buruh memperingati kematian Ruyati, TKW Indonedia yang dipancung di Arab Saudi. Lebih lengkapnya lihat di web resmi www.puisi-esai.com.
Sebagaimana diungkapkan oleh Denny JA dalam pengantar bukunya, sebagai penulis ia mencari bentuk lain agar kegelisahan dan komitmen sosialnya sampai ke publik dalam bentuk yang pas. Ia mencari medium baru, medium tulisan yang bisa menyentuh batin manusia, namun pada saat yang sama membuat pembaca mendapatkan pemahaman tentang sebuah isu sosial, walau secuplik. Esai atau makalah atau kolom jelas tidak mengeksplor sisi batin manusia. Sementara puisi yang ada sering tidak dipahami, apatah lagi menyentuh batin. Maka ia mengembangkan medium sendiri yang kemudian disebutnya puisi esai—puisi bercita rasa esai, atau esai yang dituliskan dalam bentuk puisi.
Dalam perkembangannya puisi esai karya Denny JA kemudian ditransformasikan ke dalam banyak bentuk. Selain film pendek dan video klip pembacaannya seperti disebutkan di atas, juga diekspresikan dalam medium teater, lukisan, foto, lagu, dan social movement. Karena karakternya yang sangat dekat dengan social movement itulah maka sejak diterbitkan buku karya Denny JA ini memperoleh perhatian yang luas dari publik dan media.
Selain karya-karya yang disebutkan di atas, Jurnal Sajak yang terbit setiap 3 (tiga) bulan dan diasuh oleh para penyair memuat puisi esai dan mendiskusikan isu puisi esai dalam setiap edisinya. Pada bulan Januari 2013, Dapoer Seni Djogjakarta mementaskan teater Sapu Tangan Fang Yin berdasarkan puisi esai Denny JA.
3. Kepeloporan untuk kerja kemasyarakatan "Indonesia Tanpa Diskriminasi".
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia Tanpa Diskriminasi
Denny JA mempopulerkan gerakan sosial yang ia beri nama "Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi". Yang baru dari gerakan ini, Denny JA mengkampanyekan gagasan itu lewat aneka karya budaya : film, puisi, teater, lukisan, foto, lagu dan aneka riset ilmiah. Untuk pertama kalinya dilakukan integrasi antara gerakan budaya dan gerakan sosial. Denny JA rajin mengkampanyekan gagasan itu bahkan lewat iklan layanan publik yang muncul setiap hari di TV nasional sejak Oktober 2012 sampai Juni 2013. Gagasan Indonesia Tanpa Diskriminasi ini dianggap ikut mempengaruhi platform pakta integritas Partai Demokrat yang dibacakan langsung oleh Presiden SBY[29]. Atas kepeloporan Denny JA menggagas dan menggerakkan isu yang strategis namun sensitif soal Indonesia Tanpa Diskriminasi, diawal tahun 2013 Denny JA memperoleh penghargaan Democracy Award dari media Rakyat Merdeka[30] Pada Maret 2012, Denny JA menerbitkan sebuah buku puisi-esai yang berjudul Atas Nama Cinta. Buku ini memuat kisah diskriminasi dalam berbagai aspeknya, baik berbasis etnis, agama/paham agama, gender, maupun orientasi seksual.
Kepeloporan dalam genre baru sastra ( puisi esai ). Denny JA juga membawa warna baru dalam dunia sastra Indonesia. Ia memperkenalkan sebuah genre yang disebutnya dengan puisi esai. Melalui genre ini Denny JA membawa puisi melampaui peran tradisionalnya karena menjadikan puisi sekaligus punya kekuatan esai, dan menjadikan esai memiliki keindahan puitik. Genre baru puisi esai ini mendapat sambutan luas pro dan kontra. Baru berusia setahun, puisi esai sudah menciptakan begitu banyak followership berupa 8 buku puisi esai. Sebuah jurnal sastra ternama Jurnal Sajak bahkan melombakan penulisan puisi esai setiap tahunnya. Puisi Esai Denny JA sendiri sudah diterjemahkan kedalam aneka seni lain seperti film, teater, lukisan, foto dan lagu .
Sampai tanggal 7 Januari 2013, belum genap 10 bulan sejak diluncurkannya, web www.puisi-esai.com telah diklik lebih dari 7 juta kali (persisnya 7.502.891). Ini menunjukkan betapa puisi kembali dekat dengan khalayak. Publik luas membaca dan merespon puisi dalam waktu cepat dan massif. Dapat diduga bahwa mereka pun sebenarnya akan memberikan respon yang sama kepada puisi lain, asalkan mereka dihidangkan puisi dengan bahasa yang mudah; asalkan mereka disajikan tema yang juga menjadi kegelisahan mereka sendiri; asalkan mereka diberikan pula kemudahan akses untuk membaca puisi itu melalui jaringan yang kini hot, media sosial: twitter, smartphone, internet.
Selain dibuat dalam bentuk film, puisi-puisi esai karya Denny JA dalam buku Atas Nama Cinta juga dibuatkan versi poetry reading-nya dalam bentuk video klip yang melibatkan para sastrawan dan budayawan Putu Wijaya , Sutardji Calzoum Bachri, Niniek L Karim , Sudjiwo Tedjo, dan Fatin Hamama.
Tema-tema puisi esai Denny JA yang sudah difilmkan dan dibuatkan video klipnya, dijadikan simulasi dalam pertemuan korban tragedi kekerasan bulan Mei 1998, peringatan hari lahir Pancasila di Taman Ismail Marzuki, dan momen hari buruh memperingati kematian Ruyati, TKW Indonedia yang dipancung di Arab Saudi. Lebih lengkapnya lihat di web resmi www.puisi-esai.com.
Sebagaimana diungkapkan oleh Denny JA dalam pengantar bukunya, sebagai penulis ia mencari bentuk lain agar kegelisahan dan komitmen sosialnya sampai ke publik dalam bentuk yang pas. Ia mencari medium baru, medium tulisan yang bisa menyentuh batin manusia, namun pada saat yang sama membuat pembaca mendapatkan pemahaman tentang sebuah isu sosial, walau secuplik. Esai atau makalah atau kolom jelas tidak mengeksplor sisi batin manusia. Sementara puisi yang ada sering tidak dipahami, apatah lagi menyentuh batin. Maka ia mengembangkan medium sendiri yang kemudian disebutnya puisi esai—puisi bercita rasa esai, atau esai yang dituliskan dalam bentuk puisi.
Dalam perkembangannya puisi esai karya Denny JA kemudian ditransformasikan ke dalam banyak bentuk. Selain film pendek dan video klip pembacaannya seperti disebutkan di atas, juga diekspresikan dalam medium teater, lukisan, foto, lagu, dan social movement. Karena karakternya yang sangat dekat dengan social movement itulah maka sejak diterbitkan buku karya Denny JA ini memperoleh perhatian yang luas dari publik dan media.
Selain karya-karya yang disebutkan di atas, Jurnal Sajak yang terbit setiap 3 (tiga) bulan dan diasuh oleh para penyair memuat puisi esai dan mendiskusikan isu puisi esai dalam setiap edisinya. Pada bulan Januari 2013, Dapoer Seni Djogjakarta mementaskan teater Sapu Tangan Fang Yin berdasarkan puisi esai Denny JA